Social Media Trends and the Development of Da'wah in Wonosobo, Indonesia
Keywords:
Access to da'wah information, Contemporer da’wah, Development of da’wah, Da'wah technology, Social mediaAbstract
This study aims to critically analyze social media research trends, developments, challenges, and opportunities for da'wah in Wonosobo, Indonesia, within the context of the socio-cultural community. It employs a mixed-methods triangulation design that merges, analyzes, and interprets both qualitative and quantitative data. The results show that, in 2023, social media trends are dominated by Instagram (65% ), followed by websites (4%). Instagram is effectively used for da'wah, as indicated by the ANOVA test, with a predicted Ŷ1 = 75.56 + 7.22 = 82.78. The 95% confidence interval shows that the parameter estimate for Instagram is between 2,345 and 12,099. This parameter is significant; the p-value is 0.004 < 0.05, so H1 is accepted. Instagram's effectiveness is due to its attractive visual content, adaptation to real conditions, easy-to-access, easy-to-understand language, interesting narratives, and rapid dissemination. Furthermore, this media is also controlled and validated by da'wah experts to ensure that the truth of da'wah content does not deviate from Islamic teachings. These results offer an opportunity to spread da'wah and Islamic understanding through various da'wah activities, social events, invitations, appeals, and the spread of goodness; however, the challenge lies in the style and approach of da'wah, as well as in segmenting the congregation by cultural background. Preachers need to maintain a balance between upholding the traditional values at the heart of their da'wah. Research recommends that social media be a strategic tool for da'wah, with its approach, strategy, and self-image, providing strong justification based on the community's socio-cultural background.
Tujuan penelitian untuk menganalisis kritis tren penelitian media sosial dan perkembangan, tantangan dan peluang da’wah di Kabupaten Wonosobo, Indonesia, berdasarkan sosial budaya masyarakat. Metode ini menggunakan desain triangulasi metode campuran yang menggabungkan, menganalisis, dan menafsirkan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2023, tren media sosial didominasi oleh Instagram dengan 65%, diikuti oleh situs website dengan 4%. Instagram efektif digunakan sebagai media dakwah berdasarkan uji ANOVA dengan prediksi Ŷ1 = 75,56 + 7,22 = 82,78. Interval kepercayaan 95% menunjukkan bahwa estimasi parameter untuk Instagram berada antara 2.345 dan 12.099. Parameter ini signifikan karena nilai p adalah 0,004 < 0,05, sehingga H1 diterima. Efektifitas Instagram disebabkan oleh konten visualnya yang menarik, adaptasi terhadap kondisi nyata, mudah diakses, Bahasa yang mudah dipahami, narasi yang menarik dan penyebaran yang cepat. Selanjutnya media ini juga dikendalikan dan divalidasi oleh expert (ahli da’wah) untuk memastikan bahwa kebenaran konten da’wah tidak menyimpang dari ajaran islam. Hasil ini menawarkan kesempatan untuk menyebarkan da’wah dan pemahaman keislaman melalui berbagai aktivitas da’wah, sosial, ajakan, himbauan, serta penyebaran kebaikan. Namun tantangannya terletak pada gaya dan pendekatan da’wah serta segmentasi jama’ah berdasarkan latar belakang. Para penda’wah perlu menjaga keseimbangan dalam mempertahankan nilai-nilai tradisi yang menjadi inti dari da’wah. Penelitian ini merekomendasikan agar media social menjadi sarana strategis da’wah dengan pendekatan, strategi, citra diri menjadi alasan kuat berdasarkan latar belakang sosial budaya masyarakat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zaenal Sukawi, Ahmad Khoiri , Budiyono Saputro, Nurma Khusna Khanifa; Wan Noor Hazlina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


