PEMBERDAYAAN REMAJA KARANG TARUNA DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH DI DUSUN ROWOSABI DESA ROWOSARI KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG
Abstrak
ABSTRAK
Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah mendampingi remaja Karang Taruna Dusun Rowosabi dalam mengembangkan program bank sampah sebagai sarana peningkatan kesadaran lingkungan dan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat. Studi ini menarik karena menunjukkan keterlibatan remaja Karang Taruna dalam pengelolaan sampah yang umumnya lebih didorong oleh kaum ibu rumah tangga
Metodologi
Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan remaja Karang Taruna secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Subjek kegiatan adalah seluruh anggota Karang Taruna Dusun Rowosabi, Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kegiatan dilaksanakan selama 26 Juli hingga 06 September 2025, melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan pengambilan dan pemilahan sampah, serta pembenahan fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Hasil
Pendampingan program bank sampah berhasil lebih meningkatkan partisipasi remaja dalam program bank sampah melalui sistem pengambilan door to door, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis. Pembenahan TPS dan pemasangan papan identitas juga memperkuat citra dan keberfungsian TPS di masyarakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan dan nilai ekonomi berbasis lingkungan.
Keterbatasan Penelitian
Keterlibatan masyarakat masih belum menyeluruh, dan masih terbatasnya sarana prasarana yang tersedia sehingga perlu adanya pengembangan lebih lanjut untuk keberlanjutan program.
Kata kunci
Bank Sampah, Praktikum Pengabdian Masyarakat, Remaja Karang Taruna
ABSTRACT
Purpose
The purpose of this research is to assist youth from the Rowosabi Hamlet Youth Organization (Karang Taruna) in developing a waste bank program as a means of increasing environmental awareness and empowering the community's creative economy. This study is interesting because it demonstrates the involvement of youth from the Karang Taruna in waste management, which is generally driven by housewives.
Methodology
The method used was Participatory Action Research (PAR) with active involvement of youth from the Karang Taruna (Youth Organization) in every stage of the activity. The subjects of the activity were all members of the Karang Taruna of Rowosabi Hamlet, Rowosari Village, Tuntang District, Semarang Regency. The activity was carried out from July 26 to September 6, 2025, through the stages of problem identification, planning, implementation of waste collection and sorting, and improvement of the Waste Disposal Site (TPS) facilities.
Result
The waste bank program's mentoring has significantly increased youth participation through door-to-door collection, organic and inorganic waste sorting, and economically valuable waste management. Renovating the waste disposal sites (TPS) and installing identification signs has also strengthened the TPS's image and functionality in the community, while fostering environmental awareness and fostering environmentally-based economic values.
Research Limitations
Community involvement is still not comprehensive, and the available infrastructure is still limited, so further development is needed for the sustainability of the program.
Key words
Waste Bank, Community Service Practicum, Youth Youth Organization
